Ide Menghias Halaman Belakang Rumah Secara Sederhana

Halaman belakang rumah selama ini selalu di identikan dengan area untuk meletakan benda-benda yang tidak terpakai, seperti kardus bekas kemasan perabotan elektronik, perabotan yang tidak terpakai, perlengkapan acara yang hanya di pakai setahun sekali atau lainnya. Kebiasaan untuk meletakan benda-benda di belakang rumah ini tak ayal menjadikan halaman belakang rumah tampak seperti gudang yang tidak enak di pandang.

Sejatinya, halaman belakang bisa kita tata sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan menjadi area untuk melakukan kegiatan menyenangkan bersama keluarga. Bahkan benda-benda yang digunakan untuk menghias halaman belakang pun bisa dimanfaatkan dari berbagai perabotan yang memang sudah tidak terpakai. Berikut ini sha akan bagikan inspirasi menghias halaman belakang rumah secara sederhana.

Membuat tungku pembakaran dari sisa palet kayu bekas pindahan

Saat pertama melakukan pindahan dari rumah kontrakan ke rumah baru di daerah pondok indah, abang sha menggunakan palet kayu sebagai dasar untuk meletakan benda-benda yang akan di pindahkan agar tidak berbenturan dengan bodi mobil yang mengangkut perabotan rumah. Setelah tiba di rumah baru, palet-palet kayu tersebut sepertinya tidak bisa dimanfaatkan lagi.



Akhirnya dari pada hanya di buang ke tempat sampah, sha mengajukan sebuah ide kepada abang untuk mengubah palet kayu tersebut menjadi sebuah rak untuk meletakan perlengkapan pesta kebun. Sehingga saat berlangsung pesta kebun, kami bisa memindahkan tungku untuk membakar daging, arang-arang dan perabotan lain dalam sekali pergerakan dalam satu tempat. Tidak perlu repot-repot menggeser satu per satu.

Menata Taman Dengan Aksen Kayu-Kayu

Kayu merupakan material yang mudah di temukan berbentuk limbah, seperti potongan-potongan atau batangan. Jika cermat mengolah limbah tersebut dan memadukannya dengan tanaman hias yang berwarna-warni, kita bisa merubah area belakang rumah menjadi sebuah area petualangan kecil yang cantik. Potong sisa batangan kayu yang tidak dimanfaatkan, lalu jadikan sebagai jalur berjalan kaki mengitari halaman belakang yang penuh dengan tanaman cantik.



Jadi daripada berakhir dimakan rayap, mending dimanfaatkan seperti ini.

Area Terbuka Untuk Berbagai Acara

Ada beberapa orang yang lebih memilih melangsungkan acara secara private, sehingga menjaga perasaan tetangga atau menjaga ke sakralan waktu berkumpul bersama kerabat. Oleh karena itu, area belakang rumah sering di sulap menjadi ruang terbuka yang bisa dijadikan area berkumpul. Menyusun lantai dengan pecahan batuan sisa pondasi, bisa menjadi alternatif agar area berkumpul mudah di bersihkan setelah acara usai.

Menambahkan payung untuk memberikan kesejukan juga bisa di tambahkan agar tidak terguyur hujan saat acara sedang seru-serunya.

Menjadikan Japanese Zen Garden

Konsep Japanese Zen garden sangat digemari oleh beberapa arsitektur dalam menata area belakang rumah, karena bisa menampilkan kesan tenang bagi penghuninya. Bagaimana tidak, elemen Air, Kayu, Tanah, berpadu secara alami di penataan taman ini. Bayangkan kita memiliki area seperti ini ketika berkunjung ke belakang rumah.

Model taman zen garden di atas merupakan konsep yang di tawarkan dalam sebuah perumahan di Tangerang yang mengangkat tema Japanese Culture.
Daripada hanya berujung menjadi area tumpukan yang memberikan efek negatif, kita selalu bisa mengubah sekeliling kita dengan berbagai macam hal yang positif. Dengan demikian kita bisa lebih sehat, dan bahagia. Semoga inspirasi untuk menata area belakang rumah ini bisa bermanfaat ya. Kita akan bertemu lagi dengan inspirasi yang lebih banyak di kemudian hari.

Posting Komentar

0 Komentar